Blog Pembelajaran

Selamat Datang di http://h4ck-ing.blogspot.com

Pengertian Sistem, Informasi, Sistem Informasi

Kamis, 12 Desember 20130 komentar

1.  Konsep Dasar Sistem
Sistem merupakan perangkat unsur yang terdiri dari manusia, mesin atau alat dan prosedur serta konsep yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama. Menurut Fatta (2007:3) mendefinisikan sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama.

Menurut Kusrini (2007:11) sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran dan bila suatu sistem tidak memiliki sasaran maka sistem tidak akan ada gunanya. Berdasarkan hal diatas, definisi secara umum mengartikan sistem sebagai kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi dan bertanggung jawab memproses masukan (input) sehingga menghasilkan keluaran (output).

a.        Karakteristik Sistem
Sistem mempunyai beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu, di bagi menjadi delapan bagian, yaitu:
1)        Komponen Sistem (Component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem atau bagian-bagian dari sistem. Komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian dari sistem, tiap-tiap subsistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2)        Batasan Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3)        Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar sistem adalah apapun yang diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
4)        Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya dengan adanya penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang lainya membentuk satu kesatuan.
5)        Masukan Sistem (Input)
Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem, dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukan supaya sinyal sistem tersebut dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk dapat dikeluarkan. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah masukan perawatan yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah masukan sinyal untuk diolah menjadi informasi.
6)        Pengolahan sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang mengubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dari bahan-bahan yang lain yang menjadi keluaran berupa barang jadi (output).
7)        Keluaran Sistem (output)
Keluaran sistem (output) merupakan hasil dari input yang sudah diproses oleh bagin pengolah dan merupakan tujuan akhir sistem. Output ini biasanya merupakan laporan grafik, diagram batang, saran, cetakan laporan dan sebagainya.
8)        Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objectives). Sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan.

b.        Klasifikasi Sistem
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara suatu komponen dengan komponen lain karena sistem mempunyai sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sudut pandang diantaranya yaitu :
1)        Sistem Abstrak (Abstract Syistem) dan Sistem Fisik (Phisical Syistem).
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang dirancang secara fisik.
2)        Sistem Alamiah (Natural Sistem) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System).
            Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia.
3)        Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic Syistem).
Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas (prediksi yang belum pasti).
4)        Sistem Terbuka (Open System) dan Sistem Tertutup (Close Syistem)
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

2.        Konsep Dasar Informasi
Data merupakan sumber dari informasi yang akan lebih berguna bila diolah dengan baik, sehingga akan lebih akurat, tepat pada waktunya dan efisien. Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Menurut Pangestu (2007:4) informasi dapat didefenisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Nilai Informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit. Informasi ibarat darah didalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luluh, kerdil dan akhirnya berakhir. Kualitas Informasi tergantung dari 3 hal, yaitu :
1)        Akurat
Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2)        Tetap pada waktunya
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Didalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat membuat pengambilan keputusan terlambat dilakukan. Hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
3)        Relevan
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Suatu informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir efektifitasnya.

3.        Konsep Dasar Sistem Informasi
Kusrini dkk (2007) Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
a)        Harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat.
b)        Harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/pengambilan keputusan.
c)        Harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan.
d)       Harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.

a.        Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
1)        Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2)        Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3)        Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4)        Komponen Teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5)        Komponen Hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6)        Komponen Software
Software merupakan sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data. Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7)        Komponen Basis Data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
8)        Komponen Kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

4.        Pengembangan Sistem
a.        Definisi Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem merupakan proses merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi dengan menggunakan metode, teknik, dan alat bantu pengembangan tertentu. Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
1)        Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul pada sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
a)        Ketidakberesan sistem yang lama
Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
b)        Pertumbuhan organisasi
Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2)        Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
             Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
3)        Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah.
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.

b.        Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu
1)        Perencanaan sistem.
2)        Analisis sistem.
3)        Perancangan sistem secara umum / konseptual.
4)        Evaluasi dan seleksi sistem.
5)        Perancangan sistem secara detail.
6)        Pengembangan perangkat lunak dan implementasi sistem.

7)        Pemeliharaan / perawatan sistem.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Hacking | Mas Template
Copyright © 2014. H4ck-ing - All Rights Reserved
Template Created by Hack-ing Published by Hack-ing
Proudly powered by Blogger